Bambusa vulgaris: Difference between revisions

From Ethnobotany ID
Jump to navigation Jump to search
No edit summary
 
(5 intermediate revisions by the same user not shown)
Line 9: Line 9:
== '''Klasifikasi''' ==
== '''Klasifikasi''' ==
{| class="wikitable"
{| class="wikitable"
| valign="top" |'''Nama Lokal'''
| valign="top" |'''Nama Lokal (Cirebon)'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |Rosela
| colspan="2" valign="top" |Pring Kuning, Pring Emas
|-
|-
| valign="top" |'''Nama Ilmiah'''
| valign="top" |'''Nama Ilmiah'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''Hibiscus sabdariffa''
| colspan="2" valign="top" |''Bambusa vulgaris''
|-
|-
| valign="top" |'''Klasifikasi'''
| valign="top" |'''Klasifikasi'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |Kingdom : Plantae
| valign="top" |Kingdom  


Clade : Magnoliophyta
Divisio


Clade : Angiospermae
Clade


Clade : Eudicots
Clade  


Clade : Rosidae
Clade


Order : Malvales
Order  


Family : Malvaceae
Family  


Genus : ''Hibiscus''
Genus  


Species : ''Hibiscus sabdariffa''
Species  


Author : Linnaeus, 1753
Author  
| valign="top" |: Plantae
 
<nowiki>:</nowiki> Magnoliophyta
 
<nowiki>:</nowiki> Angiospermae
 
<nowiki>:</nowiki> Monocots
 
<nowiki>:</nowiki> Commelinids
 
<nowiki>:</nowiki> Poales
 
<nowiki>:</nowiki> Poaceae
 
<nowiki>:</nowiki> ''Bambusa''
 
<nowiki>:</nowiki> ''Bambusa vulgaris''
 
<nowiki>:</nowiki> Schrad. ex J.C.Wendl, 1808
|}
|}


=='''Morfologi:'''==
=='''Morfologi:'''==
Morfologi rosela (Hibiscus sabdariffa) memiliki perawakan (''habitus'') perdu, batang (''caulis'') bulat berkayu, simpodial, macam daun tunggal, macam daun (''folium'') tunggal, letak daun (''filotaksis'') spiral, bentuk daun (''circumscriptio'') lanset, pertukangan (''nervatio'') menjari, tepi daun (margo folii) bergerigi, ujung daun (''apex folii'') lancip, pangkal daun (''basis folii'') tumpul, macam bunga (''flos'') sempurna, karangan bunga (perbungaan) rasemosa, simetri bunga radial atau aktinomorf, mahkota bunga (''corolla'') berwarna merah muda.   
''Bambusa vulgaris'' memiliki habitus rumput raksasa yang membentuk rumpun dengan tinggi 10-20 meter dengan diameter batang 4-10 cm. Memiliki batang berupa buluh beruas panjang berwarna kuning cerah dengan nodus jelas yang dilengkapi dengan pelepah berambut halus. Memiliki daun majemuk semu dengan helai lanset berwarna hijau muda dengan ujing runcing dan tepi kasar. Jarang berbunga dan jika muncul berbentuk malai panjang dengan bulir kecil. Memiliki akar rimpang yang membentuk rumpun rapat untuk menahan tanah dari erosi.   


=='''Peranan''' :==
=='''Peranan''' :==


* Sebagai minuman atau teh, bagian tumbuhan yang digunakan yaitu bunga rosela; cara pengolahan/pembuatan yaitu dengan dikeringkan terlebih dahulu bunganya lalu diseduh dengan air panas bisa ditambahkan dengan gula atau madu sesuai selera.
* Bahan bangunan & kerajinan: batang digunakan untuk dinding, atap, anyaman, kursi, pagar, hingga peralatan dapur.
* Sebagai sirup, bagaian tumbuhan yang digunakan yaitu bunganya, cara pengolahan dengan dikeringkan dan dihilangkan bijinya, lalu ditambahkan gula serta air mineral dan ''Carboxymethyl Cellulose'' (CMC) yang berfungsi sebagai pengental pada sirup (Suwadi ''et al''., 2021).
* Tanaman hias & pelindung: pring kuning ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan peneduh.
* Ekologis: akar bambu efektif menahan erosi, sering ditanam di tepi sungai dan sawah.
* Obat tradisional: rebung (tunas muda) dimasak untuk sayur; air rebung dipercaya membersihkan darah. Menurut Fauzi (2018) Rebung  mempunyai  kandungan  kalium  cukup  tinggi.  Kadar  kalium  per 100 gram rebung adalah 533 mg. Makanan yang sarat kalium, yaitu minimal 400mg,  dapat  mengurangi  risiko  stroke.  Peran  kalium  mirip  dengan  natrium,  yaitu bersama-sama   dengan   klorida,   membantu   menjaga   tekanan   osmotik   dan keseimbangan   asam   basa.   Kalium   menjaga   tekanan   osmotik   dalam   cairan intraseluler, dan sebagian terikat dengan Protein.
 
Menurut Makakita (2020) Rebung bambu mengandung beberapa zat aktif yaitu saponin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa yang mempunyai aktivitas biologis sebagai diuretik adalah flavonoid. Mekanisme kerja flavonoid sebagai diuretik yaitu dengan menghambat reabsorpsi Na+, K+ dan Cl sehingga terjadi peningkatan elektrolit di tubulus sehingga terjadilah diuresis. Diuresis menyebabkan penurunan volume plasma yang akan menurunkan curah jantung dan akhirnya menurunkan tekanan darah.


=='''Referensi''':==
=='''Referensi''':==
Suwadi, P., Fauzan, R. D., Yulianto, A., Usman, A. N., & Fauzi, A. (2021). Diversivikasi Tanaman Rosella (Hibiscus sadbariffa L.) sebagai Upaya dalam Meningkatkan Kesejahteraan dan Ekonomi Masyarakat Desa Sumberdem, Wonosari, Malang. ''SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni Bagi Masyarakat)'', ''10''(1), 22. <nowiki>https://doi.org/10.20961/semar.v10i1.42056</nowiki>
* Fauzi, H. M. (2018). Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Alasmalang dengan Memanfaatkan Rebung sebagai Bahan Aneka Olahan Kue. Integritas, 2(1), 12-24. https://doi.org/10.36841/integritas.v2i1.209
 
* Makatita, S. H. (2020). Pengaruh Kandungan Rebung Dalam Menurunkan Kadar Kolesterol Dan Tekanan Darah. Edu Dharma Journal: Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat, 4(1), 46-57. http://dx.doi.org/10.52031/edj.v4i1.42
https://www.inaturalist.org/observations/302512219
* https://www.inaturalist.org/observations/302640872


=='''Lokasi Tanaman:'''==
=='''Lokasi Tanaman:'''==
<html>
<html>
<iframe
<iframe
   src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m17!1m12!1m3!1d935.2270391818662!2d108.37158969494037!3d-6.602866304769483!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m2!1m1!2zNsKwMzYnMTAuNiJTIDEwOMKwMjInMTguOCJF!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1757341994494!5m2!1sid!2sid"
   src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m17!1m12!1m3!1d3962.4935246899213!2d108.50553507499451!3d-6.709462093286265!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m2!1m1!2zNsKwNDInMzQuMSJTIDEwOMKwMzAnMjkuMiJF!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1759049849734!5m2!1sid!2sid"
   width="600" height="400"
   width="600" height="400"
   style="border:0;"
   style="border:0;"
Line 64: Line 87:
</html>
</html>


<comments /> saya
__NOTOC__
__NOTOC__
[[Category:Hibiscus]]
[[Category:B]]
d
[[Category:Bambusa]]
[[Category:Tanaman Industri]]

Latest revision as of 13:35, 11 October 2025

Gambar

Klasifikasi

Nama Lokal (Cirebon) : Pring Kuning, Pring Emas
Nama Ilmiah : Bambusa vulgaris
Klasifikasi : Kingdom

Divisio

Clade

Clade

Clade

Order

Family

Genus

Species

Author

: Plantae

: Magnoliophyta

: Angiospermae

: Monocots

: Commelinids

: Poales

: Poaceae

: Bambusa

: Bambusa vulgaris

: Schrad. ex J.C.Wendl, 1808

Morfologi:

Bambusa vulgaris memiliki habitus rumput raksasa yang membentuk rumpun dengan tinggi 10-20 meter dengan diameter batang 4-10 cm. Memiliki batang berupa buluh beruas panjang berwarna kuning cerah dengan nodus jelas yang dilengkapi dengan pelepah berambut halus. Memiliki daun majemuk semu dengan helai lanset berwarna hijau muda dengan ujing runcing dan tepi kasar. Jarang berbunga dan jika muncul berbentuk malai panjang dengan bulir kecil. Memiliki akar rimpang yang membentuk rumpun rapat untuk menahan tanah dari erosi.

Peranan :

  • Bahan bangunan & kerajinan: batang digunakan untuk dinding, atap, anyaman, kursi, pagar, hingga peralatan dapur.
  • Tanaman hias & pelindung: pring kuning ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan peneduh.
  • Ekologis: akar bambu efektif menahan erosi, sering ditanam di tepi sungai dan sawah.
  • Obat tradisional: rebung (tunas muda) dimasak untuk sayur; air rebung dipercaya membersihkan darah. Menurut Fauzi (2018) Rebung  mempunyai  kandungan  kalium  cukup  tinggi.  Kadar  kalium  per 100 gram rebung adalah 533 mg. Makanan yang sarat kalium, yaitu minimal 400mg,  dapat  mengurangi  risiko  stroke.  Peran  kalium  mirip  dengan  natrium,  yaitu bersama-sama   dengan   klorida,   membantu   menjaga   tekanan   osmotik   dan keseimbangan   asam   basa.   Kalium   menjaga   tekanan   osmotik   dalam   cairan intraseluler, dan sebagian terikat dengan Protein.

Menurut Makakita (2020) Rebung bambu mengandung beberapa zat aktif yaitu saponin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa yang mempunyai aktivitas biologis sebagai diuretik adalah flavonoid. Mekanisme kerja flavonoid sebagai diuretik yaitu dengan menghambat reabsorpsi Na+, K+ dan Cl sehingga terjadi peningkatan elektrolit di tubulus sehingga terjadilah diuresis. Diuresis menyebabkan penurunan volume plasma yang akan menurunkan curah jantung dan akhirnya menurunkan tekanan darah.

Referensi:

Lokasi Tanaman: