Ceiba pentandra: Difference between revisions

From Ethnobotany ID
Jump to navigation Jump to search
Created page with "{{DISPLAYTITLE:''Ceiba pentandra''}} == '''Gambar''' == <gallery mode="packed" widths="220" heights="220" style="text-align:left;"> File:1.jpg File:3.jpg File:4.jpg </gallery> == '''Klasifikasi''' == {| class="wikitable" | valign="top" |'''Nama Lokal''' | valign="top" |''':''' | valign="top" |Ciplukan |- | valign="top" |'''Nama Ilmiah''' | valign="top" |''':''' | valign="top" |''Physalis angulata'' |- | valign="top" |'''Klasifikasi''' | valign="top" |''':''' | valign="to..."
 
No edit summary
 
(One intermediate revision by the same user not shown)
Line 2: Line 2:
== '''Gambar''' ==
== '''Gambar''' ==
<gallery mode="packed" widths="220" heights="220" style="text-align:left;">
<gallery mode="packed" widths="220" heights="220" style="text-align:left;">
File:1.jpg
File:Ceiba pentandra1.jpg
File:3.jpg
File:Ceiba pentandra2.jpg
File:4.jpg
</gallery>
</gallery>
== '''Klasifikasi''' ==
== '''Klasifikasi''' ==
Line 37: Line 36:


Author : Linnaeus, 1753.
Author : Linnaeus, 1753.
|}
{| class="wikitable"
| valign="top" |'''Nama Lokal'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |'''Kapuk'''
|-
| valign="top" |'''Nama Ilmiah'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''Ceiba pentandra''
|-
| valign="top" |'''Klasifikasi'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |Kingdom : Plantae
Clade : Angiosperms
Clade : Eudicots
Clade : Superosids
Clade : Malvids
Clade : Rosids
Order : Malvales
Family : Malvaceae
Genus : Ceiba
Species : Ceiba pentandra
Author : (L.) Gaertn, 1791
|}
|}


=='''Morfologi:'''==
=='''Morfologi:'''==
Ciplukan (''Physalis angulata)'' memiliki karakteristik berupa perawakan (''habitus'') berupa semak atau perdu, bentuk penampang pada bagian batang (''caulis'') berbentuk persegi, daun (''folium'') berbentuk macam daun lonjong, letak daun (''filotaksis'') berseling, pertulangan (''nervatio'') menyirip, tepi daun (''margo folii'') bergelombang, ujung daun (''apex folii'') tumpul, pangkal daun (''basis folii''). Bunga (''flos'') berupa lonceng, karangan bunga (perbungaan) berupa samosa, simetri bunga berupa radial (actinomorf), mahkota bunga (''corolla'') berjumlah lima helai yang saling menyatu, kelopak bunga (''calyx'') berbentuk seperti lentera atau kantung yang menggembung.  
''Ceiba pentandra'' atau dikenal sebagai kapuk randu merupakan pohon besar dari famili Malvaceae. Tumbuhan ini dapat tumbuh mencapai tinggi 20–30 meter dengan batang lurus dan besar, sering kali memiliki duri-duri kecil pada kulit batangnya saat masih muda. Kulit batang berwarna abu-abu kehijauan dan menjadi halus seiring bertambahnya usia. Daunnya majemuk menjari dengan 5–9 anak daun berbentuk lonjong hingga lanset, ujung runcing, dan tepi rata. Daun berwarna hijau muda hingga hijau tua dengan panjang anak daun sekitar 8–15 cm. Bunganya berwarna putih kekuningan atau merah muda pucat, berukuran besar, dan mekar sebelum daun muncul penuh. Buahnya berbentuk kapsul memanjang berisi biji-biji kecil yang diselimuti serat halus berwarna putih seperti kapas (kapuk). Serat ini berfungsi sebagai alat penyebaran biji oleh angin. Ceiba pentandra umum dijumpai di daerah tropis dan banyak dimanfaatkan kayu, serat, serta bijinya untuk berbagai keperluan.  
=='''Peranan''' :==
 
Sebagai obat hipertensi, bagian tumbuhan yang digunakan daun dan buahnya; cara pengolahan Adalah dengan merebus ciplukan dengan 200 ml air kemudian setelah mendidih air rebusan di minum sebanyak 2 kali sehari; penjelasan ilmiahnya menurut Suwadi ''et al'' (2021) tanaman ciplukan (''Physalis angulata'') mengandung zat kimia antaralain flavonoid, saponin, alkaloid, steroid,polifenol, dan fisalin. Flavonoid merupakan kelompok senyawa bioaktif yang berasal dari tumbuhan flavonoid serupa dengan antioksidan
=='''Peranan''':==
 
* Sebagai bahan pengisi kasur dan bantal. Bagian yang dimanfaatkan adalah serat dari buahnya. Kapuk randu merupakan tumbuhan penghasil serat yang biasa dimanfaatkan untuk bahan pengisi kasur, bantal dan guling. Sifat dari serat kapuk randu ringan, empuk dan menolak air sehingga cocok dijadikan sebagai bahan pengisi bantal atau kasur.
* Sebagai minyak bahan bakar biodisel (''Fatty Acid Methyl Ester'' / FAME). Bagian yang digunakan adalah bijinya. Sebagaimana yang telah dilakukan dalam penelitian (Wijayanti & Hendrawati, 2015) tahapan pertama, minyak biji kapuk diesterifikasi dengan katalis H2SO4. Kemudian, untuk menghasilkan methil ester, minyak biji kapuk dan metanol diesterifikasi dengan katalis KOH. Ini menghasilkan 1% volume methil ester hasil esterifikasi. Waktu reaksi adalah satu jam, satu jam, dan dua jam pada suhu 70°C. Hasil akhirnya berupa methil ester dari biji kapuk randu.


=='''Referensi''':==
=='''Referensi''':==
Susanti Laia., I. (2022). Pemanfataan Ciplukan (Physalis Angulata) Sebagai Tanaman Obat Hipertensi Di Desa Mohilikecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan. ''Ilmiah Mahasiswa Keguruan'', ''1''(2), 26.
Wijayanti, S. N., & Hendrawati, T. Y. (2015). Pemanfaatan minyak biji kapuk ( ceiba pentandra ) menjadi methil ester dengan proses esterifikasi transesterifikasi. ''Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Jakarta 2015'', ''November'', 1–9. <nowiki>https://www.neliti.com/id/publications/172380/pemanfaatan-minyak-biji-kapuk-ceiba-pentandra-menjadi-methil-ester-dengan-proses</nowiki>.


https://www.inaturalist.org/observations/302022909
https://www.inaturalist.org/observations/293026869


=='''Lokasi Tanaman:'''==
=='''Lokasi Tanaman:'''==
Line 53: Line 88:
<iframe src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m17!1m12!1m3!1d3962.9201060824503!2d108.41067967499404!3d-6.656824193337972!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m2!1m1!2zNsKwMzknMjQuNiJTIDEwOMKwMjQnNDcuNyJF!5e0!3m2!1sen!2sid!4v1760893962925!5m2!1sen!2sid" width="600" height="450" style="border:0;" allowfullscreen="" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade"></iframe>
<iframe src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m17!1m12!1m3!1d3962.9201060824503!2d108.41067967499404!3d-6.656824193337972!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m2!1m1!2zNsKwMzknMjQuNiJTIDEwOMKwMjQnNDcuNyJF!5e0!3m2!1sen!2sid!4v1760893962925!5m2!1sen!2sid" width="600" height="450" style="border:0;" allowfullscreen="" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade"></iframe>
</html>
</html>
__NOTOC__
[[Category:C]]
[[Category:Ceiba]]
[[Category:Tanaman Industri]]

Latest revision as of 17:21, 19 October 2025

Gambar

Klasifikasi

Nama Lokal : Ciplukan
Nama Ilmiah : Physalis angulata
Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Clade : Magnoliphyta

Clade : Angiosperms

Clade : Eudicots

Clade : Asteridae

Order : Solanales

Family : Solanaceae

Genus : Physalis

Species : Physalis angulata

Author : Linnaeus, 1753.

Nama Lokal : Kapuk
Nama Ilmiah : Ceiba pentandra
Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Clade : Angiosperms

Clade : Eudicots

Clade : Superosids

Clade : Malvids

Clade : Rosids

Order : Malvales

Family : Malvaceae

Genus : Ceiba

Species : Ceiba pentandra

Author : (L.) Gaertn, 1791

Morfologi:

Ceiba pentandra atau dikenal sebagai kapuk randu merupakan pohon besar dari famili Malvaceae. Tumbuhan ini dapat tumbuh mencapai tinggi 20–30 meter dengan batang lurus dan besar, sering kali memiliki duri-duri kecil pada kulit batangnya saat masih muda. Kulit batang berwarna abu-abu kehijauan dan menjadi halus seiring bertambahnya usia. Daunnya majemuk menjari dengan 5–9 anak daun berbentuk lonjong hingga lanset, ujung runcing, dan tepi rata. Daun berwarna hijau muda hingga hijau tua dengan panjang anak daun sekitar 8–15 cm. Bunganya berwarna putih kekuningan atau merah muda pucat, berukuran besar, dan mekar sebelum daun muncul penuh. Buahnya berbentuk kapsul memanjang berisi biji-biji kecil yang diselimuti serat halus berwarna putih seperti kapas (kapuk). Serat ini berfungsi sebagai alat penyebaran biji oleh angin. Ceiba pentandra umum dijumpai di daerah tropis dan banyak dimanfaatkan kayu, serat, serta bijinya untuk berbagai keperluan.

Peranan:

  • Sebagai bahan pengisi kasur dan bantal. Bagian yang dimanfaatkan adalah serat dari buahnya. Kapuk randu merupakan tumbuhan penghasil serat yang biasa dimanfaatkan untuk bahan pengisi kasur, bantal dan guling. Sifat dari serat kapuk randu ringan, empuk dan menolak air sehingga cocok dijadikan sebagai bahan pengisi bantal atau kasur.
  • Sebagai minyak bahan bakar biodisel (Fatty Acid Methyl Ester / FAME). Bagian yang digunakan adalah bijinya. Sebagaimana yang telah dilakukan dalam penelitian (Wijayanti & Hendrawati, 2015) tahapan pertama, minyak biji kapuk diesterifikasi dengan katalis H2SO4. Kemudian, untuk menghasilkan methil ester, minyak biji kapuk dan metanol diesterifikasi dengan katalis KOH. Ini menghasilkan 1% volume methil ester hasil esterifikasi. Waktu reaksi adalah satu jam, satu jam, dan dua jam pada suhu 70°C. Hasil akhirnya berupa methil ester dari biji kapuk randu.

Referensi:

Wijayanti, S. N., & Hendrawati, T. Y. (2015). Pemanfaatan minyak biji kapuk ( ceiba pentandra ) menjadi methil ester dengan proses esterifikasi transesterifikasi. Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Jakarta 2015, November, 1–9. https://www.neliti.com/id/publications/172380/pemanfaatan-minyak-biji-kapuk-ceiba-pentandra-menjadi-methil-ester-dengan-proses.

https://www.inaturalist.org/observations/293026869

Lokasi Tanaman: