Cleome rutidosperma: Difference between revisions
No edit summary |
No edit summary |
||
| (One intermediate revision by the same user not shown) | |||
| Line 53: | Line 53: | ||
<iframe src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m17!1m12!1m3!1d3963.2448704440817!2d108.36884137499376!3d-6.616470493377647!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m2!1m1!2zNsKwMzYnNTkuMyJTIDEwOMKwMjInMTcuMSJF!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1759071619373!5m2!1sid!2sid" width="600" height="450" style="border:0;" allowfullscreen="" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade"></iframe> | <iframe src="https://www.google.com/maps/embed?pb=!1m17!1m12!1m3!1d3963.2448704440817!2d108.36884137499376!3d-6.616470493377647!2m3!1f0!2f0!3f0!3m2!1i1024!2i768!4f13.1!3m2!1m1!2zNsKwMzYnNTkuMyJTIDEwOMKwMjInMTcuMSJF!5e0!3m2!1sid!2sid!4v1759071619373!5m2!1sid!2sid" width="600" height="450" style="border:0;" allowfullscreen="" loading="lazy" referrerpolicy="no-referrer-when-downgrade"></iframe> | ||
</html> | </html> | ||
__NOTOC__ | |||
[[Category:C]] | |||
[[Category:Cleome]] | |||
[[Category:Tanaman Obat]] | |||
Latest revision as of 13:52, 11 October 2025
Gambar
Klasifikasi
| Nama Lokal | : | Maman Ungu |
| Nama Ilmiah | : | Cleome rutidosperma |
| Klasifikasi | : | Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Clade : Angiosperms Clade : Eudicots Clade : Rosids Order : Brassicales Family : Cleomaceae Genus : Cleome Species : Cleome rutidosperma Author : DC., 1824 |
Morfologi:
Cleome rutidosperma atau maman ungu merupakan tumbuhan angiospermae (Magnoliophyta) yang termasuk ke dalam ordo Brassicales, famili Cleomaceae. Tumbuhan ini memiliki perawakan herba semusim dengan tinggi 15–50 cm. Batangnya tegak, ramping, berwarna hijau hingga hijau keunguan, serta bercabang terutama pada bagian atas. Daunnya majemuk menjari dengan tiga helai anak daun. Pertulangan daun menyirip dengan tulang utama yang jelas. Daun berwarna hijau, permukaan atas lebih gelap dibandingkan bagian bawah. Bunganya berukuran kecil, berbentuk khas dengan empat helai mahkota berwarna ungu kebiruan, kadang keunguan pucat. Kelopak bunga berjumlah empat, hijau, lebih kecil dari mahkota. Benang sari menjulang keluar, berwarna putih hingga ungu muda, memberikan bentuk bunga yang tampak menjuntai. Akarnya berupa akar tunggang dengan cabang akar yang cukup banyak dan menyebar dangkal di tanah.
Peranan :
Sebagai obat wasir. Bagian yang digunakan adalah seluruh tumbuhan. Cara pengolahannya yaitu dengen merebus seluruh tumbuah maman ungu (ceca) dengan air 1 sampai 2l sampai mendidih air rebusan digunakan untuk membasuh bagian yang sakit (Komariah et al., 2023).
Referensi:
- Komariah, N., Farid, M., Akbar, R., Ababil, A., Abdillah, M., Nilasari, N., Fardilah, M., Sofitra, A., Handayani, S., Ningsi, F. P., Fatinah, D., Febrianti, F., Nurnaningsi, N., Astuti, S., Julianti, R., & Azmin, N. (2023). Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional Di Wisata Air Terjun. JUSTER : Jurnal Sains Dan Terapan, 2(1), 33–44. https://doi.org/10.57218/juster.v2i1.430
- https://www.inaturalist.org/observations/302575383
Lokasi Tanaman: