Clerodendrum thomsoniae: Difference between revisions

From Ethnobotany ID
Jump to navigation Jump to search
Created page with "{{DISPLAYTITLE:''Clerodendrum thomsoniae''}} == '''Gambar''' == <gallery mode="packed" widths="220" heights="220" style="text-align:left;"> File:1.jpg File:3.jpg File:4.jpg </gallery> == '''Klasifikasi''' == {| class="wikitable" | valign="top" |'''Nama Lokal''' | valign="top" |''':''' | valign="top" |Ciplukan |- | valign="top" |'''Nama Ilmiah''' | valign="top" |''':''' | valign="top" |''Physalis angulata'' |- | valign="top" |'''Klasifikasi''' | valign="top" |''':''' | va..."
 
Line 40: Line 40:


=='''Morfologi:'''==
=='''Morfologi:'''==
Ciplukan (''Physalis angulata)'' memiliki karakteristik berupa perawakan (''habitus'') berupa semak atau perdu, bentuk penampang pada bagian batang (''caulis'') berbentuk persegi, daun (''folium'') berbentuk macam daun lonjong, letak daun (''filotaksis'') berseling, pertulangan (''nervatio'') menyirip, tepi daun (''margo folii'') bergelombang, ujung daun (''apex folii'') tumpul, pangkal daun (''basis folii''). Bunga (''flos'') berupa lonceng, karangan bunga (perbungaan) berupa samosa, simetri bunga berupa radial (actinomorf), mahkota bunga (''corolla'') berjumlah lima helai yang saling menyatu, kelopak bunga (''calyx'') berbentuk seperti lentera atau kantung yang menggembung.  
Tanaman ini merupakan jenis merambat yang dapat tumbuh tinggi hingga beberapa meter, kadang juga berbentuk semak rendah. Batangnya ramping dan memiliki bulu halus. Daunnya tumbuh berhadapan, tipis, berbentuk lonjong hingga lonjong telur. Bunganya muncul di ketiak daun dalam bentuk rangkaian mengelompok di ujung ranting. Setiap kelompok bunga tersusun longgar dan menyebar. Kelopak bunga mula-mula berwarna hijau kekuningan, kemudian berubah menjadi putih krem, dan akhirnya menjadi kuning atau merah muda ketika menua. Mahkota bunganya berbentuk seperti terompet dengan warna merah tua hingga merah terang.  
 
=='''Peranan''' :==
=='''Peranan''' :==
Sebagai obat hipertensi, bagian tumbuhan yang digunakan daun dan buahnya; cara pengolahan Adalah dengan merebus ciplukan dengan 200 ml air kemudian setelah mendidih air rebusan di minum sebanyak 2 kali sehari; penjelasan ilmiahnya menurut Suwadi ''et al'' (2021) tanaman ciplukan (''Physalis angulata'') mengandung zat kimia antaralain flavonoid, saponin, alkaloid, steroid,polifenol, dan fisalin. Flavonoid merupakan kelompok senyawa bioaktif yang berasal dari tumbuhan flavonoid serupa dengan antioksidan
 
* Bunga Nona makan sirih digunakan sebagai tanaman hias dan tanaman pagar karena warna bunga yang menarik.
* Tanaman ini mengandung Flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan terpenoid, mengandung senyawa bioaktif seperti clerodendrin dan lupeol yang bersifat antiinflamasi dan antibakteri. Senyawa Feruugio dan Combretastatin menunjukkan adanya efek antikanker.


=='''Referensi''':==
=='''Referensi''':==
Susanti Laia., I. (2022). Pemanfataan Ciplukan (Physalis Angulata) Sebagai Tanaman Obat Hipertensi Di Desa Mohilikecamatan Amandraya Kabupaten Nias Selatan. ''Ilmiah Mahasiswa Keguruan'', ''1''(2), 26.
Mabunda, K. V., Kemboi, D., Famuyide, I. M., McGaw, L. J., Mokgalaka-Fleischmann, N. S., & Tembu, V. J. (2025). Cytotoxic Activity of Chemical Constituents of Clerodendrum glabrum and Combretum nelsonii Root Extracts Against Selected Cancer Cell Lines. ''Plants,'' 14(18), 2832''.''
 
Baglary, G. R., Brahma, R., Hazarika, M., Islary, A., & Kumar, S. (2025). Exploring the phytochemical composition, nutritional profile, and functional properties of different parts of Aristolochia indica and Clerodendrum chinense. ''Food and Humanity,'' 100655.


https://www.inaturalist.org/observations/302022909
https://www.inaturalist.org/observations/302256846


=='''Lokasi Tanaman:'''==
=='''Lokasi Tanaman:'''==

Revision as of 16:29, 4 November 2025

Gambar

Klasifikasi

Nama Lokal : Ciplukan
Nama Ilmiah : Physalis angulata
Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Clade : Magnoliphyta

Clade : Angiosperms

Clade : Eudicots

Clade : Asteridae

Order : Solanales

Family : Solanaceae

Genus : Physalis

Species : Physalis angulata

Author : Linnaeus, 1753.

Morfologi:

Tanaman ini merupakan jenis merambat yang dapat tumbuh tinggi hingga beberapa meter, kadang juga berbentuk semak rendah. Batangnya ramping dan memiliki bulu halus. Daunnya tumbuh berhadapan, tipis, berbentuk lonjong hingga lonjong telur. Bunganya muncul di ketiak daun dalam bentuk rangkaian mengelompok di ujung ranting. Setiap kelompok bunga tersusun longgar dan menyebar. Kelopak bunga mula-mula berwarna hijau kekuningan, kemudian berubah menjadi putih krem, dan akhirnya menjadi kuning atau merah muda ketika menua. Mahkota bunganya berbentuk seperti terompet dengan warna merah tua hingga merah terang.

Peranan :

  • Bunga Nona makan sirih digunakan sebagai tanaman hias dan tanaman pagar karena warna bunga yang menarik.
  • Tanaman ini mengandung Flavonoid, saponin, alkaloid, tanin, dan terpenoid, mengandung senyawa bioaktif seperti clerodendrin dan lupeol yang bersifat antiinflamasi dan antibakteri. Senyawa Feruugio dan Combretastatin menunjukkan adanya efek antikanker.

Referensi:

Mabunda, K. V., Kemboi, D., Famuyide, I. M., McGaw, L. J., Mokgalaka-Fleischmann, N. S., & Tembu, V. J. (2025). Cytotoxic Activity of Chemical Constituents of Clerodendrum glabrum and Combretum nelsonii Root Extracts Against Selected Cancer Cell Lines. Plants, 14(18), 2832.

Baglary, G. R., Brahma, R., Hazarika, M., Islary, A., & Kumar, S. (2025). Exploring the phytochemical composition, nutritional profile, and functional properties of different parts of Aristolochia indica and Clerodendrum chinense. Food and Humanity, 100655.

https://www.inaturalist.org/observations/302256846

Lokasi Tanaman: