Jatropha multifida: Difference between revisions

From Ethnobotany ID
Jump to navigation Jump to search
No edit summary
No edit summary
Line 2: Line 2:
== '''Gambar''' ==
== '''Gambar''' ==
<gallery mode="packed" widths="250" heights="250" style="text-align:left;">
<gallery mode="packed" widths="250" heights="250" style="text-align:left;">
File:Alocasia1.jpg
File:Jatropha multifida1.png
File:Jatropha multifida2.png
</gallery>
</gallery>


Line 9: Line 10:
| valign="top" |'''Nama Lokal'''
| valign="top" |'''Nama Lokal'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |Sente, Bira Besar,  Keladi Gajah
| valign="top" |Jarak Tinir
|-
|-
| valign="top" |'''Nama Ilmiah'''
| valign="top" |'''Nama Ilmiah'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''Alocasia macrorrhizos''
| valign="top" |''Jatropha multifida''
|-
|-
| valign="top" |'''Klasifikasi'''
| valign="top" |'''Klasifikasi'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |''':'''
| valign="top" |Kingdom : Plantae
| valign="top" |Kingdom         : Plantae
Clade               : Tracheophyta


Kingdom : Plantae
Clade               : Angiospermae


Divisio : Magnoliophyta
Clade               : Spermatopsida


Clade : Angiosperms
Clade               : Rosidae


Clade : Monocots
Ordo                :  Malpighiales


Order : Alismatales
Famili              : Euphorbiaceae


Family : Araceae
Genus              : Jatropha


Genus : ''Alocasia''
Spesies            : ''Jatropha'' multifida
 
Species : ''Alocasia macrorrhizos''
 
Author : (L.) G. Don, 1839
|}
|}


== '''Morfologi:''' ==
== '''Morfologi:''' ==
''Alocasia macrorrhizos'' atau keladi gajah merupakan tumbuhan angiospermae (Magnoliophyta) yang termasuk ke dalam ordo Alismatales, famili Araceae. Tumbuhan ini memiliki perawakan berupa herba tegak dengan tinggi dapat mencapai 2–5 meter. Batangnya berupa rimpang tegak yang membesar di pangkal, bertekstur lunak namun kokoh, dan menyimpan cadangan makanan. Daunnya tunggal, berukuran sangat besar dengan panjang 40–90 cm dan lebar 30–60 cm. Bentuk daun menyerupai jantung (cordate) hingga segitiga lebar dengan ujung meruncing. Pertulangan daun menjari dari pangkal dengan tulang utama yang jelas dan menonjol. Tepi daun rata, pangkal berlekuk dalam, dan permukaan daun licin berwarna hijau tua mengilap. Tangkai daun panjang, bisa mencapai 1 meter, tumbuh dari pangkal batang, silindris, dan kokoh menopang helaian daun yang lebar. Akar pada keladi gajah berupa akar serabut yang tumbuh dari pangkal batang dan rimpang, menyebar luas di tanah sehingga membantu menopang tumbuhan berukuran besar ini.
''Jatropha multifida'' atau dikenal dengan nama Jarak tintir, Tanaman Yodium, daun betadin, daun pinisilin, Jarak Dokter atau Jarak Cina adalah spesies tumbuhan dari keluarga Euphorbiaceae. Tumbuhan ini asli dari Meksiko dan Kepulauan Karibia. Tumbuhan ini tanam sebagai obat luka atau tanaman hias, tetapi seperti anggota genus Jatropha lainnya, tumbuhan ini juga mengandung racun.
 
Getah tumbuhan ini dipakai sebagai obat luka. Tumbuhan ini cukup beracun dan konsumsi tumbuhan ini menyebabkan gangguan pencernaan. Tumbuhan ini di Indonesia dikenal dengan nama Jarak tintir, Tanaman Betadin, dan Tanaman Yodium.  


== '''Peranan''' : ==
== '''Peranan''' : ==


* Sebagai tanaman hias. Bagian yang digunakan yaitu seluruh bagian tanaman, karena ukuran daunnya yang besar dan indah. Sente sering ditanam di pekarangan sebagai tanaman hias sekaligus peneduh.  
* '''Pengobatan Luka dan Kulit:''' Getahnya digunakan sebagai obat luar untuk luka ringan dan untuk mencegah terjadinya keloid. Memiliki sifat antibakteri, antiseptik, dan antiinflamasi yang membantu mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan.
 
* '''Anti-infeksi:''' Dapat memerangi infeksi mikroba, seperti yang dilaporkan oleh beberapa sumber terkait tanaman ini.


* Sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan pertumbuhan ''Escherichia coli'' dan  ''Staphylococcus aureus.'' Bagian yang digunakan adalah daun. Berdasarkan penelitian (Hamtini ''et al'', 2017) Ekstraksi  dilakukan menggunakan metode  maserasi  dan pelarut  yang  digunakan adalah  metanol.  Hasil uji  fitokimia  menunjukkan bahwa  ekstrak daun  Alocasia macarrizos  mengandung  senyawa flavonoid  dan  tanin yang  dapat berpotensi  sebagai antibakteri (Hamtini ''et al,''2017).
* '''Tanaman Hias:''' Sering ditanam sebagai tanaman hias karena bunga dan bentuk daunnya yang menarik.
 
* '''Peringatan:''' Konsumsi bagian tanaman jarak tintir dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena sifatnya yang beracun.


== '''Referensi''': ==
== '''Referensi''': ==


* Hamtini, H., Anliza, S., & Shufiyani, S. (2017). ''Uji ekstrak daun Alocasia macrorrhizos Sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara in vitro''. ''Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)'', 4(1), 107-112.
* https://id.wikipedia.org/wiki/Jarak_tintir
 
* <nowiki>https://www.inaturalist.org/observations/308960227</nowiki>


== '''Lokasi Tanaman:''' ==
== '''Lokasi Tanaman:''' ==

Revision as of 13:04, 11 October 2025

Gambar

Klasifikasi

Nama Lokal : Jarak Tinir
Nama Ilmiah : Jatropha multifida
Klasifikasi : Kingdom         : Plantae

Clade               : Tracheophyta

Clade               : Angiospermae

Clade               : Spermatopsida

Clade               : Rosidae

Ordo                :  Malpighiales

Famili              : Euphorbiaceae

Genus              : Jatropha

Spesies            : Jatropha multifida

Morfologi:

Jatropha multifida atau dikenal dengan nama Jarak tintir, Tanaman Yodium, daun betadin, daun pinisilin, Jarak Dokter atau Jarak Cina adalah spesies tumbuhan dari keluarga Euphorbiaceae. Tumbuhan ini asli dari Meksiko dan Kepulauan Karibia. Tumbuhan ini tanam sebagai obat luka atau tanaman hias, tetapi seperti anggota genus Jatropha lainnya, tumbuhan ini juga mengandung racun.

Getah tumbuhan ini dipakai sebagai obat luka. Tumbuhan ini cukup beracun dan konsumsi tumbuhan ini menyebabkan gangguan pencernaan. Tumbuhan ini di Indonesia dikenal dengan nama Jarak tintir, Tanaman Betadin, dan Tanaman Yodium.

Peranan :

  • Pengobatan Luka dan Kulit: Getahnya digunakan sebagai obat luar untuk luka ringan dan untuk mencegah terjadinya keloid. Memiliki sifat antibakteri, antiseptik, dan antiinflamasi yang membantu mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan.
  • Anti-infeksi: Dapat memerangi infeksi mikroba, seperti yang dilaporkan oleh beberapa sumber terkait tanaman ini.
  • Tanaman Hias: Sering ditanam sebagai tanaman hias karena bunga dan bentuk daunnya yang menarik.
  • Peringatan: Konsumsi bagian tanaman jarak tintir dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena sifatnya yang beracun.

Referensi:

Lokasi Tanaman: