Bambusa vulgaris

From Ethnobotany ID
Revision as of 08:56, 28 September 2025 by Sudianto (talk | contribs)
Jump to navigation Jump to search

Gambar

Klasifikasi

Nama Lokal (Cirebon) : Pring Kuning, Pring Emas
Nama Ilmiah : Bambusa vulgaris
Klasifikasi : Kingdom

Divisio

Clade

Clade

Clade

Order

Family

Genus

Species

Author

: Plantae

: Magnoliophyta

: Angiospermae

: Monocots

: Commelinids

: Poales

: Poaceae

: Bambusa

: Bambusa vulgaris

: Schrad. ex J.C.Wendl, 1808

Morfologi:

Bambusa vulgaris memiliki habitus rumput raksasa yang membentuk rumpun dengan tinggi 10-20 meter dengan diameter batang 4-10 cm. Memiliki batang berupa buluh beruas panjang berwarna kuning cerah dengan nodus jelas yang dilengkapi dengan pelepah berambut halus. Memiliki daun majemuk semu dengan helai lanset berwarna hijau muda dengan ujing runcing dan tepi kasar. Jarang berbunga dan jika muncul berbentuk malai panjang dengan bulir kecil. Memiliki akar rimpang yang membentuk rumpun rapat untuk menahan tanah dari erosi.

Peranan :

  • Bahan bangunan & kerajinan: batang digunakan untuk dinding, atap, anyaman, kursi, pagar, hingga peralatan dapur.
  • Tanaman hias & pelindung: pring kuning ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan peneduh.
  • Ekologis: akar bambu efektif menahan erosi, sering ditanam di tepi sungai dan sawah.
  • Obat tradisional: rebung (tunas muda) dimasak untuk sayur; air rebung dipercaya membersihkan darah. Menurut Fauzi (2018) Rebung  mempunyai  kandungan  kalium  cukup  tinggi.  Kadar  kalium  per 100 gram rebung adalah 533 mg. Makanan yang sarat kalium, yaitu minimal 400mg,  dapat  mengurangi  risiko  stroke.  Peran  kalium  mirip  dengan  natrium,  yaitu bersama-sama   dengan   klorida,   membantu   menjaga   tekanan   osmotik   dan keseimbangan   asam   basa.   Kalium   menjaga   tekanan   osmotik   dalam   cairan intraseluler, dan sebagian terikat dengan Protein.

Menurut Makakita (2020) Rebung bambu mengandung beberapa zat aktif yaitu saponin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa yang mempunyai aktivitas biologis sebagai diuretik adalah flavonoid. Mekanisme kerja flavonoid sebagai diuretik yaitu dengan menghambat reabsorpsi Na+, K+ dan Cl sehingga terjadi peningkatan elektrolit di tubulus sehingga terjadilah diuresis. Diuresis menyebabkan penurunan volume plasma yang akan menurunkan curah jantung dan akhirnya menurunkan tekanan darah.

Referensi:

Lokasi Tanaman: