Celosia argentea

From Ethnobotany ID
Jump to navigation Jump to search

Gambar

Klasifikasi

Nama Lokal (Cirebon) : Bayam ekor, rumput puyuh
Nama Ilmiah : Celosia argentea
Klasifikasi : Kingdom

Divisio

Clade

Clade

Clade

Order

Family

Genus

Species

Author

: Plantae

: Magnoliophyta

: Angiospermae

: Eudicots

: Superasterids

: Caryophyllales

: Amaranthaceae

: Celosia

: Celosia argentea

: Linnaeus, 1753

Morfologi:

Celosia argentea atau yang di Cirebon dikenal dengan nama bayam ekor memiliki habitus terna semusim dengan percabangan banyak yang mudah ditemukan di pekarangan. Batangnya silindris lunak, berwarna hijau kemerahan dan tidak berkayu. Daunnya tunggal, letaknya tersebar, berbentuk lanset sampai lonjong berwarna hijau muda keunguan dan tepian rata. Bunganya tersusun dalam malai menyerupai ekor burung puyuh, berwarna putih, merah muda, ungu, sampai merah cerah. Buah Celosia argentea berbentuk kapsul kecil berisi biji bulat mengkilap. Akarnya berbentuk tunggang pendek disertai serabut.

Peranan :

  • Tanaman hias: populer ditanam di halaman karena bunganya indah.
  • Sayuran lokal: pucuk muda kadang dimanfaatkan sebagai sayuran mirip bayam.
  • Ekologis: mudah tumbuh di lahan kering, menjadi penutup tanah sementara.
  • Obat tradisional

Mengobati sakit mata, dengan merebus 30 gr bunga dengan100  ml air  selama  10 menit. Air rebusan digunakan untuk mencuci mata (Adriadi et al., 2022). Suatu    tanaman    dapat   memiliki    potensi sebagai   obat  karena   terdapat   proses  metabolit  sekunder. Senyawa  metabolit sekuder  yang  termasuk antioksidan  adalah fenolik. Salah satu senyawa turunan flavonoid adalah antosianin, dimana terdiri dari gugus gula (glikon), gugus non gula  yaitu  antosianidin (aglikon) Salah satu tanaman yang dianggap memiliki sumber  antioksidan alami  adalah  tanaman Celosia Argentea (Wardani et al., 2022). Selain  itu,  di Cina tanaman  tersebut  sudah digunakan  sebagai  obat tradisional  untuk  mengobati  inflamasi, desentri, sakit  mata,  gangguan hati,  radang,  hipertensi, dan mimisan (Silalahi  M,   Endang   C.  P,   2019)

Referensi:

  • Adriadi, A., Asra, R., & Solikah, S. (2022). Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Kelurahan Kembang Paseban Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari. Jurnal Belantara, 5(2), 191-209. https://doi.org/10.29303/jbl.v5i2.881
  • Silalahi M, Endang C. P, W. A. M. 2019. Tumbuhan Obat Sumatera Utara (1st  ed.; RevisAsra, ed.). Jakarta: UKI Press
  • Wardani, Y. K., Kristiani, E. B. E., & Sucahyo, S. (2020). Korelasi Antara Aktivitas Antioksidan dengan Kandungan Senyawa Fenolik dan Lokasi Tumbuh Tanaman Celosia argentea Linn. Bioma: Berkala Ilmiah Biologi, 22(2), 136-142.  https://doi.org/10.14710/bioma.22.2.136-142
  • https://www.inaturalist.org/observations/302642525

Lokasi Tanaman: