Musa acuminata

From Ethnobotany ID
Jump to navigation Jump to search

Gambar

Klasifikasi

Nama Lokal : Pisang merah
Nama Ilmiah : Musa acuminata
Klasifikasi : Kingdom : Plantae

Divisio : Magnoliophyta

Clade : Angiosperms

Clade : Monocots

Order : Zingiberales

Family : Musaceae

Genus : Musa

Species : Musa acuminata

Author : Colla, 1820

Morfologi:

Musa acuminata atau pisang merah memiliki morfologi akar serabut yang menyebar ke samping dari pangkal batang hingga mencapai 4–5 meter. Batang terdiri atas dua bagian, yaitu batang sejati yang berada di dalam tanah berbentuk rimpang, dan batang semu yang terbentuk dari pelepah daun yang saling menutupi. Daunnya berukuran besar, berbentuk lonjong, berwarna hijau keunguan, dengan helaian lebar dan panjang. Pertulangan daun berserat kuat dengan tepi yang utuh.

Bunganya termasuk bunga sempurna, dengan bagian betina terletak di pangkal tandan, sedangkan bunga jantan berada di bagian tengah. Perbungaan ini muncul di ketiak braktea besar yang dikenal dengan sebutan jantung pisang. Buahnya memiliki daging berwarna krem hingga merah muda pada saat muda, sedangkan kulit buah berubah menjadi merah tua atau merah marun saat matang. Dibandingkan pisang berkulit kuning, buah ini cenderung lebih kecil, memiliki kulit lebih tebal, dan umur simpannya lebih lama.

Peranan :

  • Sebagai pembungkus makanan atau kue. Bagian yang dimanfaatkan adalah daunnya. Daun pisang memiliki banyak kegunaan diantaranya sebagai pembukungkus berbagai jenis makanan seperti kue, tape, nasi dan makanan lainnya yang biasa digunakan oleh masyarakat di Indonesia. Hal ini terjadi karena daun pisang memiliki epigallocatechin gallate (EGCG) yang dapat menangkal radikal bebas, dan dapat menurunkan resiko keracunan makanan karena memiliki sifat antibakteri.
  • Sebagai lauk. Bagian yang digunakan yaitu jantung pisang. Cara pengolahannya dengan direbus lalu dibumbui sebagai lauk yang dimakan dengan nasi.
  • Sebagai aksesoris adat. Bagian yang digunakan yaitu batang pisang semu, dimana digunakan sebagai dudukan bambu yang berfungsi sebagai cangkir saat pernikahan (Pikaulia & Yusfarani, 2023).
  • Sebagai obat diare. Bagian yang digunakan adalah bonggol pisang. Cara pengolahannya yaitu diaprut bonggol pisang dan ambil airnya setengah gelas, diminum 3 kali sehari. Hal ini dikarenakan pisang merah (Musa acuminata) memiliki kandungan pektin yang dapat menyerap air dan memadatkan tinja, serta pati resistennya yang menjadi makanan bagi bakteri baik di usus. Selain itu, pisang juga mengandung kalium untuk mengganti elektrolit yang hilang dan tanin yang dapat melawan bakteri penyebab diare.

Referensi:

  • Pikaulia, Y., & Yusfarani, D. (2023). Kajian etnobotani pisang kepok (Musa acuminata × balbisiana) di Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten Pali. Prosiding Seminar Nasional Biologi (SEMNAS BIO) 2023, 587–600. UIN Raden Fatah Palembang. ISSN 2809-8447.
  • Saputri, R., Hadiyanti, R., & Susiani, E. F. (2020). Uji efek antidiare infusa kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca L. forma typical) terhadap mencit jantan yang diinduksi oleum ricini. Borneo Journal of Pharmascientech, 4(1), 80-89. https://doi.org/10.51817/bjp.v4i1.285
  • Socfindo Conservation. (n.d.). Musa acuminata cv. Raja Udang (AAA). Diakses tanggal 25 September 2025, dari https://www.socfindoconservation.co.id/plant/487
  • https://www.inaturalist.org/observations/266329247

Lokasi Tanaman: