Saccharum officinarum
Gambar
Klasifikasi
| Nama Lokal | : | Tebu |
| Nama Ilmiah | : | Saccharum officinarum |
| Klasifikasi | : | Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta Clade : Angiosperms Clade : Monocots Order : Poales Family : Poaceae Genus : Saccharum Species : Saccharum officinarum Author : Linnaeus, 1753 |
Morfologi:
Tebu (Saccharum officinarum) adalah tanaman monokotil dari famili Poaceae yang menjadi sumber utama gula dunia. Ciri morfologinya terlihat pada batang yang tegak, tinggi, berbuku-buku, serta mengandung banyak air. Tinggi batang dapat mencapai 2–5 meter dengan variasi warna hijau, ungu, atau kombinasi keduanya sesuai varietas. Daunnya berbentuk pita panjang dengan ujung meruncing dan tepi rata, tersusun secara berseling di sepanjang batang. Pelepah daun memeluk batang dan membentuk garis pada ruas-ruasnya. Sistem perakaran berupa akar serabut yang menyebar ke berbagai arah sehingga menopang tanaman agar kokoh. Tebu jarang berbunga di daerah tropis, dan bila berbunga pun umumnya tidak subur karena perbanyakan lebih banyak dilakukan secara vegetatif. Buahnya berupa bulir kecil, namun tidak banyak dimanfaatkan karena tanaman ini jarang menghasilkan biji.
Peranan :
- Sebagai ritual adat hajat lembur (tolak bala). Bagian yang digunakan adalah batangnya. Penggunaan tumbuhan tebu sebagai sajen merupakan bentuk mitigasi masyarakat dalam mengatasi terjadinya bencana dan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih masyarakat kepada nenek moyang terhadap Tuhannya.
- Sebagai bahan dasar pembuatan es tebu. Tebu yang mengandung sukrosa sehingga telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dalam meningkatkan perekonomian melalui UMKM lokal Es Tebu. Cara pembuatannya dengan mengambil sari pati tebu lalu disajikan dengan es.
- Sebagai upacara adat tiwu panganten. Bagian yang digunakan adalah daun, batang dan biji. Upacara adat ini dilakukan di Kecamatan Babakan, Cirebon sebagai simbolis. Bahwa rasa manis yang dihasilkan oleh tebu merupakan harapan agar kehidupan rumah tangga dapat berjalan manis dan sejahtera.
- Sebagai pakan ternak. Bagian yang digunakan adalah daunnya.
Referensi:
- Cahyani, H. W., & Cahyanto, T. (2024). Studi etnobotani ritual adat hajat lembur di Desa Wisata Tutugan Cibolerang Kecamatan Cinunuk Kabupaten Bandung. BioEksakta: Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed, 6(2), 122–128. https://doi.org/10.20884/1.bioe.2024.6.2.11392
- https://www.inaturalist.org/observations/266329247
Lokasi Tanaman:

